Rabu, 28 Mei 2014

Mitos - Mitos Puasa

Berikut adalah mitos – mitos yang sering kita dengar mengenai puasa :

          1. Puasa bisa bikin sakit.
                Mitos ini tidak benar, karena menurut penelitian puasa akan menimbulkan berbagai manfaat bagi kesehatan. Puasa bukan keadaan kelaparan, justru keadaan dehidrasi ringan saat puasa dapat mengendalikan atau meningkatkan kerja fungsi ginjal.

                Justru pada penderita gangguan lambung dan penyakit diabetes dengan ibadah puasa akan semakin membaik gejala penyakit yang di derita. 

     2. Anak-anak di bawah akil baliq dilarang puasa dapat mengganggu tumbuh kembangnya.

Fakta sebenarnya puasa pada anak-anak sebelum akil baliq adalah sarana pembelajaran yang paling baik untuk menuju ibadah puasa sesungguhnya.

Sampai saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa puasa pada anak-anak dapat mengganggu tumbuh kembangnya. Tetapi sebaiknya puasa pada anak harus dikonsultasikan terhadap dokter anak yang merawat bila anak menderita penyakit atau gangguan tertentu. Lihat kondisi dan ajari anak puasa, tanpa mengganggu tumbuh kembangnya.

       3. Ibu menyusui dilarang Puasa, karena berpengaruh terhadap bayi yang disusui.

Ternyata, sampai saat ini belum ada bukti penelitian yang menunjukkan kualitas dan kuantitas ASI berkurang atu berat badan bayi menurun bila ibu menyusui sedangpuasa. Puasa Ramadhan hukumnya wajib bagi setiap muslim, termasuk juga ibu hamil dan menyusui.

Meskipun demikian, Islam memberikan kelonggaran bagi ibu hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa dengan berpuasa di lain waktu atau membayar fidyah. Untuk memutuskan puasa atau tidak demi kepentingan bayi, para ibu yang sedang menyusui harus mengetahui permasalahan kondisi biologis dan psikologis ibu supaya bayi tidak terkorbankan.

       4. Tak perlu olahraga selama berpuasa.

Hal tersebut tidaklah benar. Aktifitas fisik saat berpuasa sebaiknya jangan dikurangi. Bila tetap ingin berolahraga, pilihlah waktu menjelang berbuka puasa ( 1-2 jam sebelumnya )atau 2-3 jam sesungguhnya.

Selama berpuasa disarankan tetap melakukan olahraga. Gerakan olahrga akan merangsang keluarnya hormon antiinsulin, yang antara lain berfungsi melepaskan gula darah dari “pabriknya”.

Sabaiknya, kalau kurang gerak, tubuh bisa terasa lemas akibat kadar gula dibiarkan menurun drastis. Ini bisa membuat tubuh limbung, dan bisa menyebabkan pingsan.

       5. Penderita maag tidak boleh puasa.

Faktanya tidak semua gangguan maag menjadi halangan untuk berpuasa, tergantung jenis dan parahnya penyakit.

Pada penderita maag fungsional ( usus 12 jari dan lambung normal tapi fungsi terganggu ), puasa justru menyehatkan sedangkan penderita maag organik ( terjadi karena kelainan anatomis seperti luka pada lambungatau usus 12 jari ). Pada gangguan yang berat sebaiknya tidak berpuasa karena cenderung menyebabkan terjadinya pendarahan.
              




Tidak ada komentar:

Posting Komentar