Berikut adalah
mitos – mitos yang sering kita dengar mengenai puasa :
1. Puasa
bisa bikin sakit.
Mitos
ini tidak benar, karena menurut penelitian puasa akan menimbulkan berbagai
manfaat bagi kesehatan. Puasa bukan keadaan kelaparan, justru keadaan dehidrasi
ringan saat puasa dapat mengendalikan atau meningkatkan kerja fungsi ginjal.
Justru
pada penderita gangguan lambung dan penyakit diabetes dengan ibadah puasa akan
semakin membaik gejala penyakit yang di derita.
2. Anak-anak
di bawah akil baliq dilarang puasa dapat mengganggu tumbuh kembangnya.
Fakta sebenarnya
puasa pada anak-anak sebelum akil baliq adalah sarana pembelajaran yang paling
baik untuk menuju ibadah puasa sesungguhnya.
Sampai saat ini
belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa puasa pada anak-anak dapat
mengganggu tumbuh kembangnya. Tetapi sebaiknya puasa pada anak harus
dikonsultasikan terhadap dokter anak yang merawat bila anak menderita penyakit
atau gangguan tertentu. Lihat kondisi dan ajari anak puasa, tanpa mengganggu
tumbuh kembangnya.
3. Ibu menyusui
dilarang Puasa, karena berpengaruh terhadap bayi yang disusui.
Ternyata, sampai
saat ini belum ada bukti penelitian yang menunjukkan kualitas dan kuantitas ASI
berkurang atu berat badan bayi menurun bila ibu menyusui sedangpuasa. Puasa Ramadhan
hukumnya wajib bagi setiap muslim, termasuk juga ibu hamil dan menyusui.
Meskipun
demikian, Islam memberikan kelonggaran bagi ibu hamil dan menyusui untuk tidak
berpuasa dengan berpuasa di lain waktu atau membayar fidyah. Untuk memutuskan
puasa atau tidak demi kepentingan bayi, para ibu yang sedang menyusui harus
mengetahui permasalahan kondisi biologis dan psikologis ibu supaya bayi tidak
terkorbankan.
4. Tak perlu
olahraga selama berpuasa.
Hal tersebut
tidaklah benar. Aktifitas fisik saat berpuasa sebaiknya jangan dikurangi. Bila tetap
ingin berolahraga, pilihlah waktu menjelang berbuka puasa ( 1-2 jam sebelumnya
)atau 2-3 jam sesungguhnya.
Selama berpuasa
disarankan tetap melakukan olahraga. Gerakan olahrga akan merangsang keluarnya
hormon antiinsulin, yang antara lain berfungsi melepaskan gula darah dari “pabriknya”.
Sabaiknya, kalau
kurang gerak, tubuh bisa terasa lemas akibat kadar gula dibiarkan menurun
drastis. Ini bisa membuat tubuh limbung, dan bisa menyebabkan pingsan.
5. Penderita
maag tidak boleh puasa.
Faktanya tidak
semua gangguan maag menjadi halangan untuk berpuasa, tergantung jenis dan
parahnya penyakit.
Pada penderita
maag fungsional ( usus 12 jari dan lambung normal tapi fungsi terganggu ),
puasa justru menyehatkan sedangkan penderita maag organik ( terjadi karena
kelainan anatomis seperti luka pada lambungatau usus 12 jari ). Pada gangguan
yang berat sebaiknya tidak berpuasa karena cenderung menyebabkan terjadinya
pendarahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar